Entri Populer
-
Pertama download Cantasia 8 disini Official site : Install Trial Version (Jangan Masukkan Serial keynya dulu) Disable Admin's Acc ...
-
Sebelum berkembangnya teknologi website seperti saat ini, logo atau gambar dengan efek animasi tambahan seperti animasi gerak, beruba...
-
Mungkin anda pernah was was dengan keluarga, maupun pacar anda. ketika anda bepergian yang ada benak pikiran anda sedang apa pacar saya,...
-
1.cari kode berikut (gunakan CTRL+F), ]]></b:skin> 5. Tepat diatas kode tersebut, paste kode dibawah ini, /*----- MBT Drop...
-
Untuk membuat tampilan website atau blog kita lebih menarik kita membutuhkan banyak ide intuk memodifikasi tampilannya, salah satunya denga...
Rabu, 30 April 2014
Tim Ahli Teliti Dugaan Candi Terkubur di Jawa-Suma...
Tim Ahli Teliti Dugaan Candi Terkubur di Jawa-Sumatera
Wisnu Agung, Asisten Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, kepada politikindonesia.com, Rabu (30/03) mengungkapkan perihal penelitian tersebut. “Jka candi tersebut benar-benar terkubur di dalamnya, maka itu akan menjadi benda arkeologi untuk mengungkap peradaban di Indonesia.”
Keyakinan
adanya candi-candi yang terkubur di Jawa dan Sumatera muncul dari
hipotesa dua ilmuwan dunia, yaitu Profesor Arsyo Santos dan Profesor
Stephen Openheimer. Kedua ilmuwan tersebut, mempublikaskan sebuah
hipotesa bahwa daratan Atlantis yang tenggelam itu adalah Daratan Sunda.
Mereka percaya bahwa letusan Krakatau berkaitan dengan musnahnya
Kerajaan Kuno pada sekitar 11.600 tahun lalu.
Tak hanya itu, dugaan itu semakin menguat, setelah tim ahli gempa yang melakukan penelitian tentang patahan lempengan gempa, secara tak sengaja, menemukan adanya indikasi candi dan bangunan berbentuk paramida di sejumlah daerah.
Sejak 8 bulan yang lalu, tim ahli gempa yang dikoordinatori oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam meneliti patahan gempa di Jawa dan Sumatera. Lokasi yang diteliti berada di Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Garut.
Para peneliti tersebut curiga karena di beberapa wilayah ditemukan bukit yang bentuknya di luar kebiasaan struktur bukit. Bukit-bukit itu terlihat bukan terbentuk oleh alam, tetapi seperti gundukan tanah yang mengubur bangunan.
Penelitian itu, ujar Wisnu, menggunakan citra satelit, data seismik dan tiga dimensi. Di luar kebiasaan struktur bukit yang ada, bukit-bukit itu terlihat bukan terbentuk oleh alam, tetapi seperti gundukan tanah yang mengubur bangunan,” imbuhnya.
Untuk menindak lanjuti temuan awal itulah, sambung Wisnu tim baru dibentuk. “Para peneliti belum bisa memastikan 100 persen dugaan mereka. Soalnya, untuk membuktikan adanya candi yang terkubur itu dibutuhkan penelitian yang lebih dalam lagi,” tegasnya.
Wisnu menegaskan, tujuan tim ini bukan untuk mencari piramida atau benua atlantis. “Lebih daripada itu, tim berupaya mencari bukti bencana-bencana purba,” tambahnya.
Hasil penelitian tersebut diharapkan akan bermanfaat untuk memahami bagaimana bencana di jaman purba terjadi, serta mampu mengunggkap lebih dalam sejarah peradaban di Indonesia.
Tak hanya itu, dugaan itu semakin menguat, setelah tim ahli gempa yang melakukan penelitian tentang patahan lempengan gempa, secara tak sengaja, menemukan adanya indikasi candi dan bangunan berbentuk paramida di sejumlah daerah.
Sejak 8 bulan yang lalu, tim ahli gempa yang dikoordinatori oleh Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam meneliti patahan gempa di Jawa dan Sumatera. Lokasi yang diteliti berada di Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Garut.
Para peneliti tersebut curiga karena di beberapa wilayah ditemukan bukit yang bentuknya di luar kebiasaan struktur bukit. Bukit-bukit itu terlihat bukan terbentuk oleh alam, tetapi seperti gundukan tanah yang mengubur bangunan.
Penelitian itu, ujar Wisnu, menggunakan citra satelit, data seismik dan tiga dimensi. Di luar kebiasaan struktur bukit yang ada, bukit-bukit itu terlihat bukan terbentuk oleh alam, tetapi seperti gundukan tanah yang mengubur bangunan,” imbuhnya.
Untuk menindak lanjuti temuan awal itulah, sambung Wisnu tim baru dibentuk. “Para peneliti belum bisa memastikan 100 persen dugaan mereka. Soalnya, untuk membuktikan adanya candi yang terkubur itu dibutuhkan penelitian yang lebih dalam lagi,” tegasnya.
Wisnu menegaskan, tujuan tim ini bukan untuk mencari piramida atau benua atlantis. “Lebih daripada itu, tim berupaya mencari bukti bencana-bencana purba,” tambahnya.
Hasil penelitian tersebut diharapkan akan bermanfaat untuk memahami bagaimana bencana di jaman purba terjadi, serta mampu mengunggkap lebih dalam sejarah peradaban di Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar